Main Article Content

Abstract

Factors that are closely related to the occurrence of ARI is the physical environment that does not meet health requirements. The group that has a high risk of being exposed to Acute Respiratory Infection (ARI) is toddlers as a vulnerable group because they have more time at home and their immune system is quite weak than adults. This study is aim to at studying the correlation between physical environment with the incidence of ARI toddlers in Kandai Health Center Area, Kendari City. This type of study is analytic with a Cross-Sectional Study plan. The study population was 1.576 people and the sample was 94, using Accidental Sampling. Data testing utilizes the Chi-Square test. Chi-Square test results obtained ventilation (p-value=0.001 and phi value=0.359), population density (p-value=0.002 and phi value=0.348), smoke holes (p-value=0.025 and phi value=0.255), floor types (p-value=0.040 and phi value=0.236) and wall types (p-value=0.012 and phi value=0.282). It means that there is a correlation between ventilation area, population density, smoke holes, wall type and floor type with the occurrence of ARI in toddlers in the Kandai Health Center area, Kendari City. It is expected that the relevant health agencies to play a more role in increasing public knowledge through counseling to reduce the number of cases of ARI disease in toddlers.

Keywords

Environment ARI toddler

Article Details

Author Biography

Titi Saparina L, Universitas Mandala Waluya

Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat

How to Cite
Titi Saparina L and Rasni Intan (2021) “Relationship of the Physical Environment with the Incidence of ARI in Toddlers”, Miracle Journal of Public Health , 4(2), pp. 176-186. doi: 10.36566/mjph/Vol4.Iss2/268.

References

  1. Mumpuni Y. Penyakit yang Sering Hinggap pada Anak. Yogyakarta: Rapha Publishing; 2016.
  2. World Health Organization. Global Health Observatory (GHO) Data [Internet]. World Health Organization (WHO). 2020 [cited 2020 Oct 16]. Available from: https://www.who.int/gho/phe/en/
  3. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Kendari; 2020.
  4. Dinas Kesehatan Kota Kendari. Profil Kesehatan Kota Kendari Tahun 2019. Kendari; 2020.
  5. Puskesmas Kandai. Profil Puskesmas Kandai Tahun 2019. Kendari; 2020.
  6. Jayanti DI, Ashar T, Aulia D. Pengaruh Lingkungan Rumah Terhadap ISPA Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Haloban Kabupaten Labuhan Batu Tahun 2017. Jurnal JUMANTIK. 2018;3(2):63-77.
  7. Supit AF, Joseph WBS, Kaunang WPJ. Hubungan Antara Lingkungan Fisik Rumah dengan Peyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Desa Talawaan Atas dan Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Pharmacon. 2016;5(2):2302-2493.
  8. Zairinayati Z, Putri DH. Hubungan Kepadatan Hunian Dan Luas Ventilasi Dengan Kejadian ISPA Pada Rumah Susun Palembang. Indonesian Journal Health Science. 2020;4(2):121–128.
  9. Fahimah R, Kusumowardani E, Susanna D, Lingkungan K, Masyarakat F, Indonesia U. Kualitas Udara Rumah dengan Kejadian Pneumonia Anak Bawah Lima Tahun (di Puskesmas Cimahi Selatan dan Leuwi Gajah Kota Cimahi). Makara Journal Health. 2014;18(1):25–33.
  10. Winardi W, Umboh J, Rattu J. Hubungan Antara Kondisi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Penyakit ISPA pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sario Kecamatan Sario Kota Manado. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat UNSRAT. 2015;5(2):1-13.
  11. Suryani I, Edison E, Nazar J. Hubungan Lingkungan Fisik dan Tindakan Penduduk dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk. Jurnal Kesehatan Andalas. 2015;4(1):1–11.
  12. Krieger J, Higgins DL. Housing and Health: Time Again for Public Health Action. American Journal Public Health. 2002;92(5):758–758.
  13. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Permenkes RI Nomor 1077 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah. Jakarta; 2011.
  14. Amir SS. Gambaran Kualitas Fisik Bakteriologis Udara dalam Ruang dan Gejala ISPA dI Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kabupaten Gowa Tahun 2014 [Skripsi]. [Makassar]: Universitas Islam Negeri Alauddin; 2014.
  15. Saparina T, Husnia S, Noviati. Hubungan Kondisi Lingkungan dengan Kejadian Penyakit ISPA pada Balita di Kelurahan Wasolangka Wilayah Kerja Puskesmas Parigi Kabupaten Muna. Miracle Journal of Public Health. 2020;3(2):133-141.
  16. Dongky P, Kadrianti K. Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA Balita di Kelurahan Takatidung Polewali Mandar. Unnes Journal Public Health. 2016;5(4):324–329.
  17. Mahendra IGAP, Farapti F. The Relationship between Household Physical Condition with Incidence of Toddler’s Acute Respiratory Infection in Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi. 2018;6(3):227–235.
  18. Sari M, Mahyuddin M, Simarmata MM, Susilawaty A, Wati C, Munthe SA, et al. Kesehatan lingkungan perumahan. Medan: Yayasan Kita Menulis; 2020.
  19. Syafarillah I, Zulfitri R, Wahyuni S. Hubungan Status Sosial Ekonomi Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Balita. Jurnal Ners Indonesia. 2011;2(1):30-38.
  20. Dewi AC. Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gayamsari Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyayrakat Universitas Diponegoro. 2012;1(2):852–60.
  21. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Permenkes RI Nomor 829 tahun 1999 Tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan. 1999.
  22. Noviyanti V. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit ISPA pada Balita di Sekitar Wilayah Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012 [Skripsi]. [Makassar]: Universitas Islam Negeri Alauddin; 2012.
  23. Safrizal. Hubungan Ventilasi, Lantai, Dinding dan Atap dengan Kejadian ISPA pada Balita di Blang Muko. Pros Semin Nas IKAKESMADA Peran Tenaga Kesehat Dalam Pelaks SDGs. 2017;3(1):41–48.
  24. Triandriani V, Hansen H. Hubungan Lingkungan Fisik dengan Kejadian Ispa pada Balita di Wilayah Kerja PUSKESMAS Sidomulyo Kota Samarinda. Borneo Study Research BSR. 2019;1(1):146–151.
  25. Gunarni A, Vincentius S, Mujiono. Studi tentang Sanitasi Rumah dan Kejadian ISPA pada Balita di Dese Gemarang Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. 2012;3(3):18–27.
  26. Wulandhani S, Purnamasari AB. Analisis Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut ditinjau dari Lingkungan Fisik. Sainsmat Jurnal Ilmu Ilmu Pengetahuan Alam. 2019;8(2):70–81.
  27. Padmonobo H, Setiani O, Joko T. Hubungan faktor-faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jatibarang Kabupaten Brebes. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2012;11(2):194–198.
  28. Putri P, Mantu MR. Pengaruh lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon periode Juli-Agustus 2016. Tarumanagara Medical Journal. 2019;1(2):389–394.