Main Article Content

Abstract

The incidence of hypertension in the Kulisusu Health Center Work Area, North Buton Regency is always included in the 10 biggest diseases, where in 2018 the number of sufferers was 216 people, in 2019 it rose to 344 people and in 2020 as many as 715 people. The purpose of this study was to determine the risk factors that influence the incidence of hypertension in the community at the age of 20-45 years in the Kulisusu Health Center Work Area, North Buton Regency. This type of research is analytic observation with case control design. The study population was 68 patients, with a sample of case is 40 respondents, which were taken by cluster random sampling. Descriptive and inferential data analysis using Chi-Square Test and Odds Ratio. The results showed that the risk factors for hypertension were family history (X2count=20.202; OR=9.333), income (X2count=6.146; OR=3.157), eating and drinking habits (X2count=33.885; OR=22.667), smoking habits (X2count=21.333; OR=11.667). The conclusion is that family history, income, eating and drinking habits and smoking habits are risk factors for hypertension in the Kulisusu Health Center Work Area. It is hoped that the public should avoid consuming foods that trigger hypertension, such as salty foods and containing saturated fat.

Keywords

Hypertension family income smoking habit

Article Details

Author Biography

Sitti Marya Ulva, Universitas Mandala Waluya

Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat

How to Cite
Ulva, S. M. and Iriyanti, E. (2021) “Risk Factors of Hypertension Incidence at the Age of 20-45 Years”, Miracle Journal of Public Health , 4(2), pp. 214-223. doi: 10.36566/mjph/Vol4.Iss2/258.

References

  1. Nurhasanah SR, Suwarni, Balaka S. Studi Literatur: Gambaran Asupan Natrium, Kalium, Magnesium dan Faktor Stres pada Penderita Hipertensi. [Kendari]: Poltekkes Kemenkes Kendari; 2020.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta; 2020.
  3. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2019. Kendari: Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara; 2020.
  4. Siwi AS, Irawan D, Susanto A. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Hipertensi. Journal of Bionursing. 2020;2(3):164–166.
  5. Sutanto. Cekal (Cegah & Tangkal) Penyakit Modern. Jakarta: Andi; 2010.
  6. Putra MM, Widiyanto A, Bukian PAW, Atmojo JT. Hubungan Keadaan Sosial Ekonomi Dan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi. Intan Husada: Jurnal Ilmiah Keperawatan. 2019;7(2):1–13.
  7. Puskesmas Kulisusu. Profil Kesehatan Puskesmas Kulisusu Tahun 2020. Buton Utara; 2020.
  8. Rahmayani ST. Faktor-Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Primer pada Usia 20-55 Tahun di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD 45 Kuningan. Syntax. 2019;1(4):100–111.
  9. Novalita Y. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Hipertensi Pada Pra Lansia di Komunitas Sepeda Ontel Desa Roomo Manyar Gresik [Tesis]. [Surabaya]: Universitas Airlangga; 2015.
  10. Manuntung. Terapi perilaku kognitif pada pasien hipertensi. Malang: Wineka Media; 2019.
  11. Sugiharto A. Faktor-Faktor Risiko Hipertensi Grade II pada Masyarakat (Studi Kasusdi Kabupaten Karanganyar) [Tesis]. [Semarang]: Universitas Diponegoro; 2007.
  12. Futihaturroziqoh S. Pengaruh Fluktuasi Harga Sagu dan Produksi Tepung Sagu terhadap Pendapatan Produsen Pabrik Kilang Sandi di Desa Tenan Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Ditinjau dari Ekonomi Syariah [Skripsi]. [Riau]: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau; 2020.
  13. Musfirah M, Masriadi M. Analisis Faktor Risiko dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Takalala Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Jurnal Kesehatan Global. 2019;2(2):93–102.
  14. Sundari S, Majid R, Rezal F. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi pada Kelompok Lanjut Usia di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2019. (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat). 4(3):1–8.
  15. Erniawati N. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia Di Kelurahan Onemay Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Miracle Journal of Public Health. 2018;1(2):214–226.
  16. Malonda NSH, Dinarti LK, Pangastuti R. Pola makan dan konsumsi alkohol sebagai faktor risiko hipertensi pada lansia. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2012;8(4):202–212.
  17. Melizza N, Kurnia AD, Masruroh NL, Prasetyo YB, Ruhyanudin F, Mashfufa EW, dkk. Prevalensi Konsumsi Kopi dan Hubungannya Dengan Tekanan Darad. Faletehan Health Journal. 2021;8(01):10–5.
  18. Anisma N. Pengaruh Mengkonsumsi Kopi Terhadappeningkatan Tekanan Darah [Skripsi]. [Makassar]: Universitas Muhammadiyah Makassar; 2019.
  19. Firmansyah MR, Rustam R. Hubungan Merokok dan Konsumsi Kopi dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi. Jurnal Kesehatan. 2017;8(2):263–268.
  20. Kadek N, Indayani, Anjani S, Sudarmanto, Gede I. Gambaran Kadar LDL (Low Density Lipoprotein) Pada Perokok Aktif di Banjar Pekarangan Desa Ngis Kabupaten Karangasem [Skripsi]. [Denpasar]: Politeknik Kesehatan Denpasar; 2020.
  21. Arlianti A, Muhaimin T, Anwar S. Pengaruh Aktivitas Olah Raga Dan Perilaku Merokok Terhadap Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Tomini Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2019. Journal of Islamic Nursing. 4(2):1–8.
  22. Barnoya J, Glantz SA. Cardiovascular Effects of Secondhand Smoke: Nearly as Large as Smoking. Circulation. 2005;111(20):2684–2698.