Main Article Content

Abstract

Diare merupakan gangguan buang air besar yang ditandai buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsentrasi tinja cair disertai darah. Berdasarkan data profil Puskesmas Abeli pada tahun 2016 terdapat 286 balita yang menderita diare kemudian pada tahun 2017 terdapat 269 balita yang menderita diare dan pada tahun 2018 terdapat 160 balita yang menderita diare. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit diare pada Balita di wilayah Pesisir Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan observasional yang menggunakan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 96 balita. Jumlah sampel sebanyak 49 responden, dengan teknik penarikan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Metode analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan sedang antara pengetahuan ibu  p-value (0,012 < α 0,05), ada hubungan sedang antara penyediaan air bersih p-value (0,003< α 0,05), dan ada hubungan sedang  antara jamban keluarga p-value (0,004 < α 0,05) dengan kejadian penyakit diare pada Balita di wilayah Pesisir Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari.

Keywords

Kejadian diare pengetahuan penyediaan air bersih jamban keluarga

Article Details

How to Cite
Fitri Rachmillah Fadmi, Andi Mauliyana and Zatyani Muthia Mangidi (2020) “FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH PESISIR KELURAHAN LAPULU KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI”, Miracle Journal of Public Health , 3(2), pp. 197-205. doi: 10.36566/mjph/Vol3.Iss2/178.

References

  1. 1. Hartati S, Nurazila. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskermas Rejosari Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018;3(2):400-407.
  2. 2. WHO. Diarrhea: Why Children are Still Dying and What Can be Done. Geneva; 2009.
  3. 3. Kemenkes RI. Standar Antropomentri Penilaian Gizi Anak. Jakarta; 2011.
  4. 4. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018. Kota Kendari; 2019.
  5. 5. Puskesmas Abeli. Profil Puskesmas Abeli Tahun 2018. Kota Kendari; 2019.
  6. 6. Notoatmodjo S. Ilmu Kesehatan Masyarakat (Prinsip-Prinsip Dasar). Jakarta: Rineka Cipta; 2003.
  7. 7. Fadmi FR. Perbandingan Tingkat Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Scabies Pada Santri Kelas VII Pondok Pesantren Darul Mukhlisis. Jurnal Kesehatan Preventif. 2019;9(8):68-102.
  8. 8. Depkes RI. Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Balita. Jakarta; 2011.
  9. 9. Steven L, Azizah R. Hubungan Sanitasi Dasar Rumah Dengan Kejadian Diare di Desa Bina Nusa Tenggara Timur. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2013;1(2):1-9.
  10. 10. Saparina T. Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Diare pada Masyarakat Kawasan Pesisir Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Jurnal Kesehatan Preventif. 2018;8(7):1-13.