Main Article Content

Abstract

Penyakit Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan penyebaran kuman TB melalui udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan observasional yang menggunakan rancangan Case Control Study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 23 sampel kasus dan 23 sampel kontrol. Penelitian ini menggunakan uji Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan merupakan faktor risiko kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana (OR = 6,476), kepadatan hunian merupakan faktor risiko kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana (OR= 4,680), kebiasaan merokok merupakan faktor risiko kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana (OR= 3,300). Kesimpulan semua variabel dalam penelitian berisiko Kejadian TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana. Disarankan bagi instansi yang terkait dengan TB paru khususnya Puskesmas Lombakasih untuk lebih efektif dalam memberi penyuluhan dan edukasi tentang penyakit TB agar masyarakat dapat menghindari penyakit TB paru.

Keywords

Tuberkulosis pengetahuan kepadatan hunian kebiasaan merokok

Article Details

How to Cite
Sitti Marya Ulva and Andi Junarwan Hamsi (2020) “FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOMBAKASIH KABUPATEN BOMBANA”, Miracle Journal of Public Health , 3(2), pp. 188-196. doi: 10.36566/mjph/Vol3.Iss2/177.

References

  1. 1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Cetakan Kedua.Jakarta; 2008.
  2. 2. World Health Organization. Mortality Atributable to Tobacco. Geneva; 2015.
  3. 3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta; 2016.
  4. 4. Boon SD, et al. Association Between Smoking and Tuberculosis Infection: A Population Survey In High Tuberculosis Incidence. Thorax. 2005;60(7):555-557.
  5. 5. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional penanggulangan Tuberkulosis. Cetakan Kedua. Jakarta; 2002.
  6. 6. Dinas Kesehatan Bombana. Profil Kesehatan Kabupaten Bombana tahun 2016. Bombana; 2017.
  7. 7. Puskesmas Lombakasih. Profil Puskesmas Lombakasih Tahun 2017. Lombakasih; 2018.
  8. 8. Eka W. Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Penyakit TB Paru dengan Tindakan Pencegahan Penularan Pada Keluarga Penderita TB Paru. Skripsi. Universitas Airlangga. Surabaya; 2006.
  9. 9. Aditama TY. Rokok dan Tuberkulosis Paru. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2004.
  10. 10. Fadmi FR. Perbandingan Tingkat Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Scabies Pada Santri Kelas VII Pondok Pesantren Darul Mukhlisis. Jurnal Kesehatan Preventif. 2019;9(8):68-102.
  11. 11. Fadmi FR. Analisis Regresi Linier Faktor Dominan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sampara. Jurnal Kesehatan Preventif. 2018;8(7):26-42.
  12. 12. Depkes RI. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Cetakan Kedelapan. Jakarta; 2002.
  13. 13. Buton LD, Fadmi FR. The Risk of Knowledge, Smoking and Patient's Contact on Tuberculosis Disease in Puuwatu Health Centre in Kendari City: The Risks of Tuberculosis Disease. Indonesian Journal of Health Sciences Research and Development (IJHSRD).2020;2(1):46-53.