Main Article Content
Abstract
Salah satu faktor pendukung meningkatnya kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita adalah kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita di Kelurahan Wasolangka Wilayah Kerja Puskesmas Parigi Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah 115 kepala keluarga (KK) dengan sampel sebanyak 89 responden, yang diambil secara Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan kuat antara kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA (X2hitung=36,533> X2tabel=3,841); φ =0,663. Terdapat hubungan kuat antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA, (X2hitung=24,837> X2tabel=3,841); φ =0,551. Terdapat hubungan kuat antara kelembaban dengan kejadian ISPA pada balita (X2hitung=34,073> X2tabel=3,841) φ = 0,640. Kesimpulannya adalah ada hubungan kuat antara kebiasaan merokok, kepadatan hunian, kelembaban dengan kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Wasolangka. Diharapkan kepada pihak petugas sanitarian dapat melakukan pemeriksaan secara berkala tentang kelembaban, suhu, dan lain-lain di lingkungan rumah warga.
Keywords
Article Details
References
- 1. World Health Organization. Outpatient management of children with World Health Organization chest indrawing pneumonia: implementation risks and proposed solutions. WHO: Clinical Infectious Diseases. 2017;65(9):1560–4.
- 2. Dinas Kesehatan Kabupaten Muna. Health Profile Of Muna Regency 2017 (Health Profil Kesehatan Kabupaten Muna Tahun 2017). Raha; 2017.
- 3. Puskesmas Parigi. Profil Kesehatan Kecamatan Parigi. Parigi;2019.
- 4. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Jakarta;2016.
- 5. Sofia S. Faktor Risiko Lingkungan dengan Kejadian ISPA pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Action: Aceh Nutrition Journal. 2017;2(1):43–50.
- 6. Jayanti DI, Ashar T, Aulia D. Pengaruh Lingkungan Rumah Terhadap ISPA Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Haloban Kabupaten Labuhan Batu Tahun 2017. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan). 2018;3(2):63–77.
- 7. Hermawati, Suhadi. Hubungan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kecamatan Abeli Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 2019;3(3).
- 8. Qiyaam N, Furqani N, Febriyanti A. Tingkat Pengetahuan Ibu terhadap Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) pada Balita di Puskesmas Paruga Kota Bima Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina. 2016; 1(2): 235–47.
- 9. Agusriyanti WON, Saparina T, dan Aliah M. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit ISPA di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Miracle Journal of Public Health. 2019;2(1):151-61.
- 10. Ernyasih, Fajrini F, Latifah N. Analisis Hubungan Iklim (Curah Hujan, Kelembaban, Suhu Udara dan Kecepatan Angin) dengan Kasus ISPA di DKI Jakarta Tahun 2011–2015. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2018;7(3):167–73.
- 11. Triandriani V, Hansen H. Hubungan Lingkungan Fisik dengan Kejadian Ispa pada Balita di Wilayah Kerja PUSKESMAS Sidomulyo Kota Samarinda. Borneo Student Research (BSR). 2019;1(1):146–51.